banner

Sabtu, 26 November 2011

INFERIORITAS PARA TERORIS

27 Nov 2011

      Tewasnya gembomg teroris seperti DR Azahari dan Noordin.M.Top tidak mengakhiri kiprah teroris di negeri tercinta ini dan banyak sudah kita di suguhi berita-berita seputar terorisme di tanah air.
 
      Setelah bom buku yang di kirim kepada JIL(Jaringan Islam Liberal) dan tokoh-tokoh lainnya. peristiwa paling mutakhir bom bunuh diri yang meledak ketika sholat junat yang terjadi di Masjid Mapolres Cirebon.

      Dan aksi-aksi iteroris itu banyak mengatas namakan Islam, sedangkan agama Islam adalah agama kasih sayang ,lantas bagaimana menjelaskan fenomena ini dan para pengamat menjelaskan hal ini yang terjadi di negeri kita yang mendapat cap sebagai umat islam moderat.

      Pandangan  ini dapat saja benar dan terlampau naif jika memandangnya tidak akan terjadi penderitaan uamt islam jangan menjadi legitimasi untuk mensahkan aksi para teroris.
        
       Osama bin Laden dan Noordin.M.Top. menyatakan bahwa aksi mereka dilandasi balas dendam karena saudara-saudaranya di Palestina, Afganistan, irak sedang teraniaya oleh Israel. Amerika dan sekutunya namun ternyata aksi teror itu jauh lebih komplek.

       Ketidak perdayaan ,rendah diri, terasing di tengah -tengah arus modernisasi di abad 20 dan 21 menjadi sebab utama aksi terorisme dalam menghadpi zaman yang terasa jungkir balik ini menurut Karen (pengamat terorisme) tidak ada satupun Agama dan budaya yang luput mengalaminya.

         Kasus Islam
      Begitu pula dengan Islam dan kaum muslimin dewasa ini. kebanyakan tinggal di Negara berkembang, warga negara dunia ketiga adalah sebuah dunia yang belum mampu melepaskan diri dari keterbelakangan, kemiskinan, korupsi,dan kondisi memperihatinkan lainnya,mereka harus berada dalam dunia yang posisi subordinat dengan sumber daya yang habis terkuras dan mereka hanya menjadi penonton di tanah air mereka sendiri.

         Rasa prustasi dan ketidakberdayaan yang akhirnya membuat aksi-aksi terorisme bermunculan dan dilandasi aksi balas dendam atas ketidak berdayaannya.dan bagaimana kita harus menciptakan rasa kondusif untuk masyarakat yaitu dengan mendengarkan jeritan dan ke adilan yang harus bisa kita lakukan dan semoga negara kita tercinta ini bisa damai ,aman dan sejahtera dan tidak ada para terorisme yang menakutkan lagi. dan salam damai dari penulis     amin





2 komentar:

  1. g sempat baca artikelnya sob, maaf, kunjungan balik ya

    BalasHapus
  2. ok sob ...makasih atas komentar nya and siap berkunjung

    BalasHapus